Pengertian dan Manfaat Membaca Paritta dalam Agama Buddha

Pengertian dan Manfaat Membaca Paritta dalam Agama Buddha

Artikel Buddhis. Artikel kali ini merupakan suatu analisa pribadi atau mungkin opini namun dapat dikatakan pula sebagai hasil curahan kegundahan beberapa penulis di media sosial. Sebagai sarana diskusi media sosial dapat dijadikan perantara untu saling belajar dan berbagai pengetahuan.

Mengawali paritta dengan do'a. Perlu kita garis bawahi pengertian atau makna sesungguhnya dari kata berdoa. Berdo'a memiliki makna untuk meminta sesuatu materi ataupun non materi. Salah satu contoh materi adalah uang, rumah dan sebagainya sedangkan non materi contohnya adalah kesehatan, kemakmuran, kebahagiaan dan sebagainya.

Sering kali ada yang menyamakan bahwa membaca paritta sama dengan berdoa. Oleh karena itu mari kita ulas bersama pengertian dan manfaat membaca paritta dalam agama Buddha.
Bahum pi ce sahitaṁ bhāsamāno, na takkaro hoti naro pamatto
Gopo va gāvo ganayaṁ paresaṁ, na bhāgavā sāmaññassa hoti.
 
Biarpun seseorang banyak membaca kitab suci, tetapi tidak berbuat sesuai ajaran, maka orang yang lengah itu sama seperti gembala sapi yang menghitung sapi milik orang lain. Ia tak akan memperoleh manfaat kehidupan suci (Dhammapada 19).

Pengertian Paritta dalam Agama Buddha

Secara harfiah Paritta (Pali) atau Pirit (Sinhala) memiliki arti penuh perlindungan. Paritta memiliki nilai filosopis dari ajaran Buddha. Paritta dapat dibaca sendiri maupun bersama-sama. Kegiatan umat Buddha ketika membacakan paritta tidak terbatas ketika di vihara namun dapat pula membacakan peritta dirumah atau diamanapun tempatnya namun tetap mengindahkan etika dalam kehidupan bermasyarakat.

Beberapa contoh paritta yang sangat sering kita dengar adalah paritta dalam kebaktian umum umat Buddha baik dihadiri oleh bhikkhu sangha ataupun tidak dihadiri bhikkhu sangha. Namakara gatha, vandana hingga brahma vihara.

Secara umum paritta merupakan khotbah Buddha dalam bentuk paritta, sutta dan gatha. Banyak sekali yang dapat kita baca serta kisah-kisah yang mendasari daripada khotbah Sang Buddha tersebut. Salah satu contoh kisah yang mendasari karaniya metta sutta adalah ada seorang bhikkhu yang meditasi di hutan namun diganggu oleh makluk yang kasat mata yang menghuni pohon-pohon disekitar tempat meditasi bhikku tersebut. Hal tersebut membuat bhikhu menceritakan kejadian itu kepada Sang Buddha. Dengan adanya kejadian tersebut sang Buddha membabarkan karaniya metta sutta, sutta ini berisi tentang cinta kasihnya yang seharusnya kita pancarkan kepada semua makluk hidup tanpa kecuali. Setelah para bhikkhu melaksanakannya, tidak berapa lama kemudian, mereka berhasil melakksanakan meditasi dengan baik.

Manfaat Membaca Paritta dalam Agama Buddha

Hal yang mendasar yang harus dimiliki oleh umat Buddha adalah keyakinan (Saddha). Keyakinan dalam membaca paritta sangat menentukan seberapa besar pengaruh yang akan kita dapatkan. Adapun manfaat pembacaan paritta berdasarkan beberapa sumber dapat and abaca di bawah ini.

Berdasarkan situs online Dhammacakka manfaat membaca parita adalah sebagai berikut:
  1. Memperkuat keyakinan (saddhā),
  2. Memperkuat konsentrasi, sehingga memperoleh ketenangan,
  3. Dapat merenungkan sifat-sifat luhur Sang Buddha, dan
  4. Memperoleh kebijaksanaan.
Berdasarkan situs online Buddha id manfaat membaca parita adalah sebagai berikut:
  1. Kita membaca dan mengucapkan sesuatu yang baik, dengan demikian kita telah melakukan kamma baik setidaknya melalui pikiran dan ucapan (untuk itu penting bagi seseorang yang membaca dan memahami makna paritta dari terjemahannya).
  2. Membaca Paritta berarti kita berupaya untuk memahami apa yang sebelumnya kurang kita pahami.
  3. Membaca Paritta berarti mengulang khotbah-khotbah Buddha Gautama (walaupun tidak semua paritta berasal dari khotbah Buddha), dengan demikian kita telah melestarikan kelangsungan ajaran Buddha.
Berdasarkan Milinda Panha, ada tiga alasan dimana paritta tidak bekerja:
  1. Halangan karena kamma masa lalu.
  2. Halangan karena kekotoran batin masa kini, dan
  3. Halangan karena kurangnya keyakinan.
Paritta merupakan syair suci yang telah dibabarkan oleh Sang Buddha yang merupakan syair perlindungan bagi mereka yang memiliki keyakinan saat membaca dan memahaminya. Dengan membaca paritta bisa menciptakan suatu kondisi ketika berjodoh dengan kamma. Untuk itu rajin-rajinlah membaca paritta di rumah setiap pagi dan sore, agar kita juga selalu ingat pada ajaran Sang Buddha. Sang Buddha bersabda; mereka yang hidup sesuai dengan Dhamma yang telah diterangkan dengan baik, akan mencapai pantai seberang, menyeberangi alam kematian yang amat sukar untuk diseberangi.

Referensi:
Dhammapada
Milinda Panha
http://www.buddha.id/
http://www.dhammacakka.org/

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel