Meditasi (Bhavana) dalam Agama Buddha

Artikel Buddhis. Meditasi adalah pemusatan pikiran pada suatu obyek. Meditasi yang benar adalah pemusatan pikiran pada obyek yang dapat menghilangkan kekotoran batin (kilessa) takala pikiran bersatu dengan bentuk-bentuk kamma yang baik, sedangkan Meditasi yang salah adalah pemusatan pikiran pada obyek yang dapat menimbulkan kekotoran batin takala pikiran bersatu dengan bentuk-bentuk kamma yang tidak baik. Dalam agama Buddha meditasi yang dimaksud adalah Meditasi yang benar.

Meditasi dibedakan menjadi dua macam, yaitu: Samatha bhavana (meditasi yang bertujuan untuk mengembangan ketenangan batin) dan Vipassana bhavana (meditasi yang bertujuan untuk memperoleh pandangan terang).

Obyek Meditasi dalam Agama Buddha
Didalam Samatha Bhavana terdapat empat puluh obyek meditasi, yaitu:
a.       10 kasina ( wujud benda)
b.      10 Asubha/wujud kekotoran
c.       10 Anussati / perenungan
d.      4 Appamanna (Keadaan tidak terbatas)
e.       1 Aharepatikulasanna (Perenungan terhadap makanan)
f.       1 Catudhatuvavatthana (Perenungan terhadap unsur Jasmani)
g.      Arupa 4 (Perenungan tanpa materi)
Obyek dalam Vipassana Bhavana adalah nama rupa (batin dan badan) atau pancakhandha (lima kelompok kehidupan).

Cara Melaksanakan Meditasi dalam Agama Buddha
Orang yang baru belajar meditasi sebaiknya mencari tempat yang sunyi, tenang, bebas dari gangguan orang-orang di sekitarnya, dan bebas dari gangguan nyamuk. Untuk tahap permulaan, hendaknya tidak pindah-pindah, jika meditasinya sudah maju boleh pindah-pindah. Waktu untuk melaksanakan meditasi adalah pagi hari antara pukul 04.00 sampai pukul 07.00 dan malam hari antara pukul 17.00 sampai pukul 22.00. jika meditasi telah ditentukan, maka waktu tersebut hendaknya digunakan khusus untuk bermeditasi. Meditasi hendaknya dilakukan setiap hari secara teratur.

Orang bebas memilih posisi meditasi. Biasanya adalah duduk bersila di lantai yang beralas, dengan meletakkan kaki kanan di atas kaki kiri, dan tangan kanan menumpu tangan kiri di pangkuan. Atau boleh juga dalam posisi setengah sila, dengan kaki dilipat ke samping. Bahkan duduk di kursi pun tidak masalah. Sebelum meditasi, sebaiknya diminta petunjuk atau nasehat dari guru meditasi yang berpengalaman mengenai meditasi. Sebelum meditasi baca paritta terlebih dahulu, lalu kita mulai bermeditasi dengan tekun. Pikiran dipusatkan pada satu obyek. Bila hal ini dilaksanakan dengan baik, pasti akan memperoleh manfaat yang baik.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Meditasi (Bhavana) dalam Agama Buddha"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel